Selasa, 06 Maret 2012

Cerpen : Pelangi Cinta Part II

Posted by Nurul Ilmah
Setelah itu langit Malam pun tiba dan Dihiasi Oleh Bulan purnama Bersama Sahabat setianya,Bintang-bintang.
* * *
  Aku memasuki gerbang sekolah dengan Sumringah sambil memandang pelosok Sekolah yang telah ramai oleh Siswa Yang ngobrol asyik disana-sini.
“welcome back to school,cheryn!!” Desisku lalu segera menuju ke kelas
“Pagi...” sapaku kepada semua orang yang berada di dalam kelas, dan tentu saja mereka membalasnya dengan senyuman Manis mereka.
“cheryn,Aku kangen banget Ma Kamu” Kata Vivin Sahabatku yang langsung berlari kepadaku.
“Aku juga kangen Ma Kamu” Aku tersenyum kecil
“Gimana Liburan Kamu?” Tanya Vivin penuh semangat sambil mengajakku duduk di Bangku
“Em....menyenangkan Banget,Habisnya.....” Aku Senyum-senyum sendiri membuat Vivin Penasaran
“Habis gimana??”
“Aku dapet Sahabat Baru”
“Jadi Aku Yang kedua??!!” Vivin Cemberut
Aku merangkulnya, “Ya enggaklah,sahabatku Yang Pertama dan tak tergantikan ya kamu,”
“Tapi,Kamu sudah dapet satu lagi” Vivin Masih cemberut
“Ya nambah sahabat Lah” Aku tersenyum Jail
“mau tau Lanjutannya Nggak??” Tambahku Pada Vivin Yang langsung semangat
Vivin mengangguk Penuh semangat
Akhirnya Aku menceritakan Tentang Dave,tapi tidak semua tentang Dave kuceritakan Pada Vivin, karena Aku Telah berjanji pada Dave untuk merahasiakan Masalah  keluarganya.
“gitu..” kataku mengakhiri cerita tentang Dave
“jadi penasaran dengan si Dave itu,habisnya baru Dia satu-satunya cowok yang mau deket Sama Kamu” Kata Vivin
“maksud kamu??”
“ya...selama ini kan Kamu nggak mau dekat-dekat sama cowok,padahal banyak yang suka Lho sama Kamu,tapi kamunya saja yang terlalu Cuek,Hm...jangan-jangan Kamu Suka Yah sama Dave???!!!” Kata vivin Menggodaku
“ye...Suka???Mimpi???Dia itu orang yang paling menyebalkan sedunia”
“Tapi cakepkan...” Tambah Vivin
“Vivin!!!!” Aku mengejar Vivin Yang Lari duluan Keluar dari kelas
* * *
“Nih...” aku Meletakkan Toples mini Pemberian Dave ke meja
Vivin menatap Toples itu dengan Takjub, “ Kerennnn” Pujinya berkali-kali
Aku hanya tersenyum kecil
“gimana cara Liat pelanginya??” tanya Vivin tanpa melepaskan pandangannya dari toples itu
“ketika ada pelangi,”
“pelangi??maksudnya gimana,sih,jadi bingung” vivin menggaruk-garuk kepalanya
“Ya...Kita melihat pelangi dari Balik toples itu,Pokoknya Keren Banget” Kataku Sambil Memandang langit cerah diatas sana
“tapi Kayaknya kamu kurang beruntung deh,Habisnya Pelangi gak akan muncul sekarang” tambahku
“kalo Gitu,Aku pulang Dulu yah,habisnya kan Percuma saja Aku Kemari,gak dapat apa-apa” Kata Vivin bergegas
“Jadi Kamu Marah nih...” Kataku Tersenyum Kecil
“Nggak marah Sih,Cuma kecewa dikit” Vivin Balas Tersenyum
“oke deh,aku Antar sampai di luar” Kataku LaLu Kamipun Keluar dari Kamarku dan Menuju Ke Halaman. Vivin Melambaikan tangannya seraya Masuk ke Angkot.
“Cheryn!!!” Sapa Kak Dimas tiba-tiba dengan Senyum Manis Yang Terpajang di wajahnya.
“Kak Dimas,Kapan Pulangnya?” Tanyaku Kaget
“Tadi Malam,sebenarnya sih Mau Nyapa Kamu Tadi Malam,Tapi Kamunya Pasti Sudah Tidur”
Aku tersenyum Kecil, “ Oh Iya,Dave Sudah Sampai?” tambahku
“Dave ditanyain kok Aku Enggak” goda Kak Dimas
 “em..enggak..cu..cu..Cuman A..Aku Mas...tiin Saja,ka..lo Dia Sam...pai de..ngan Se..lamat Atau Enggak” jelasku Gugup
“Nggak Kok Becanda,Dave Sampai tadi malam juga”
“o...” Hanya kata itu yang dapat keluar dari mulutku
By the way,,Apa Yang kalian lakukan selama Liburan???” Tanya Kak Dimas
“em....banyak sih,,” Jawabku singkat
“Ceritain Dong..” Pinta Kak Dimas penuh semangat
“em...pokoknya gitu deh” Aku Tersenyum Malu
“ya udah,kalo Kamu gak mau cerita juga Gak pa-pa kok,By the way Aku punya oleh-oleh lho buat Kamu” Kak Dimas Tersenyum Kecil
Aku Mengerutkan Keningku , “ Apaan??”
“Tutup mata dulu dong” Pinta Kak Dimas
Akupun mengikuti pinta Kak dimas, Menutup Kedua Mataku dan Membukanya ketika dia Pinta
“tunggu Yah”
“Satu,dua,Yap Matanya di Buka..”
Aku Membuka Mataku perlahan dan Mendapati Kak Dimas tersenyum lebar dan Juga kudapati Sebuah Kotak Besar Berwarna Biru Muda dengan pita Putih Yang menghiasinya di Hadapanku. Aku menerima Kotak itu yang kurasa begitu berat.
“Apaan nih??” Tanyaku penasaran
“Buka saja”
Akhirnya,Aku membuka Kotak itu Yang isinya Begitu menakjubkan,sebuah toples yang Sama Persis dengan Toples yang diberikan Dave kepadaku,hanya saja ukuran toples itu jauh lebih besar dibanding toples pemberian Dave.
“Toples itu..” Perkataan Kak Dimas Terpotong olehku
“dapat memberikan kebahagian Karena Kita dapat melihat Pelangi berada di genggaman Kita” Aku menatap Sayu toples itu sambil mengingat kata-kata Dave
Kak Dimas menatapku bingung
“di beri Tau Dave,Habisnya Aku di beri toples Gini juga,tapi dalam ukuran Mini” Aku tersenyum Kecil
Kak Dimas Ikut tersenyum , “Aku Keduluan yah” Katanya Lirih
“nggak pa-pa kok,Aku sangat berterima kasih sama kak Dimas” Kataku
“nggak disimpan juga gak masalah” desis Kak Dimas Menatap lurus jalan yang mulai Ramai oleh para Pelari Sore
“emm....Aku Masuk Dulu yah” Kak Dimas Segera Menuju ke rumahnya
Aku Menarik nafas panjang,kok aku kayak Nggak senang yah???padahal Aku ngefans banget Sama Kak Dimas,malahan Aku Pernah Berharap Kalo Kak Dimas Merespon Perasaanku padanya
* * *
Sebulan berlalu,,Hari-hariku kini berjalan seperti biasanya,yah....dimana Aku Harus lari Sore Sendirian yang Pada saat liburan Ada Dave yang Menemaniku,dimana Aku memancing didanau Sendirian,,main PS dan Masih banyak lainnya,,yah..Aku akui walaupun Dave menyebalkan tapi Dia mempunyai sisi Malaikat yang menurutku dapat menghipnotis siapa Saja yang dekat dengannya,Seperti Aku misalnya.
Aku duduk sendiri di tepi Danau,sambil memandang Danau yang Airnya Kini begitu Jernih hingga Ikan-ikan yang berenang bebas didalamnya dapat terlihat jelas. Entah,mengapa saat-saat Bersama Dave tergambar jelas dihadapanku,dimana Aku tak sengaja mendorong Dave hingga Dia jatuh ke dalam Danau yang airnya saat itu masih tercemar limbah. Dia sangat marah Padaku,dan tidak mengajakku ngomong pada hari itu juga,Akhirnya Aku dapat meluluhkan Kemarahannya dengan mentraktirnya Makan Bakso pada saat itu juga.
“hm...” Aku tersenyum Kecil mengingatnya
Memang,,,sejak Aku dan Dave berpisah Kami jarang atau Tidak berkomunikasi sama sekali,sebab setiap kali Aku minta Nomor Handphone-nya pasti dia Hanya Diam,yah...Aku nyerah Saja.
“sendirian??!!” Sapa seseorang tiba-tiba
Aku menatap orang itu yang ternyata adalah Kak Dimas , “ em...iya”
“Senang nongkrong disini yah??” Tanya Kak Dimas lalu  duduk disampingku
“em..iya” Kataku singkat
“kok dari tadi iya terus??”
“em..enggak pa-pa kok” Aku menunduk dalam-dalam
“Pasti kangen Sama Dave,yah??” tebak Kak dimas tepat
“hah???kangen???em..eng...gak kok” Kataku Malu
“cerita Saja,,gak pa-pa kok”
Lama Aku terdiam, “ Kabar Dave gimana yah??” desisku
“bisa baik juga bisa dibilang buruk” Kata kak Dimas membuatku bingung
“maksudnya???”
“memang Dave nggak pernah cerita??”tanya Kak dimas balik
“cerita Apaan??” Aku semakin bingung
Kini giliran Kak Dimas yang terdiam,sedangkan aku terus menanti jawaban Kak dimas
“Dave kena Kanker paru-paru stadium 4” Kata Kak dimas Lirih membuatku tidak ingin percaya dengan pendengaranku
“kanker Paru-Paru Stadium 4???”
“iya,itu di derita Dave setahun yang lalu,,”
“tapi Dave tidak pernah menampakkannya,Dia seperti orang sehat saja, kak dimas tidak bohongkan??”
“itulah kelebihan Dave,selalu menyembunyikan jati dirinya dan Tentu saja Penyakitnya mungkin akan membuat Semua orang yang dekat dengannya kaget,dan mengapa dia dijauhi oleh teman-teman sekolahnya karena penyakitnya itu, ditambah lagi dia Menjadi frustasi dan memperparah dirinya sendiri dengan merokok,” jelas Kak Dimas seakan dia marah pada dirinya sendiri karena tidak berhasil menjadi seorang kakak yang baik untuk Dave
Aku menunduk dalam-dalam agar Kak Dimas tidak dapat melihat raut kesedihan yang tergambar jelas di wajahku
“cheryn,kamu gak pa-pa kan??” Tanya Kak Dimas menyadari sikapku
“nggak pa-pa kok,em...Aku pulang dulu ya,kak” Kataku beranjak dari tempatku dan segera mengendarai sepedaku menjauh dari danau itu. Dalam Hati kuucapkan beribu maaf untuk Dave.
* * *
Dear Diary....
Mengapa semua ini harus terjadi????mengapa Dave yang kukira kuat harus menderita penyakit seakut itu???padahal Aku telah mengejeknya beribu kali,,
Aku tidak dapat menulis apa-apa Lagi,Diary Tempatku Curhat selama ini kini penuh dengan air Mataku.
“tuhan...Apa ini ujian Bagi Dave???” kataku terisak-isak
* * *
Aku melangkahkan Kakiku di koridor yang sudah ramai oleh Siswa. Entah mengapa Aku nggak mood untuk kesekolah Hari ini,apa karena Dave???Aku tak tahu.
“Pagi Cheryn!!!” sapa Vivin dengan senyum lebar khasnya
“pagi” Desisku lalu duduk ke bangku
“kamu kenapa??ada masalah??” tanya Vivin
“nggak kok” jawabku singkat
“jangan bohong....Aku kenal sama Kamu itu sudah 5 tahun,ayo cerita” pinta Vivin,tapi saat Aku hendak cerita Bel masuk Telah Berdering nyaring membuat semua siswa harus duduk di tempatnya masing-masing.
“pagi Anak-anak” sapa Bu Mini tersenyum manis kepada semua siswa
“pagi bu...” balas semua siswa
“sebelum Ibu memulai pelajaran,ibu ingin memperkenalkan siswa Baru kepada Kalian” Kata Bu Mini membuat suasana kelas menjadi Gaduh
“ada siswa baru,ryn” Bisik Vivin kepadaku tapi Aku tidak menanggapinya
“silahkan Masuk” Bu Mini Mempersilahkan Siswa baru itu Masuk
“perkenalkan Nama Saya Dave” Kata Siswa Baru itu
Dave!!!!apa mungkin Dia ......
Aku menatap siswa baru itu,yang memang tepat Dia Adalah Dave yang super nyebelin itu.
Bu Mini mempersilahkan Dave Duduk.
Air Mataku terasa ingin tumpah ketika menatapnya,perkataan Kak Dimas tentang penyakit Dave berputar-putar di kepalaku. Seperti biasa,ketika Aku tersenyum kearahnya Dia Malah Membuang muka,Aku Hanya bisa memaklumi Sikapnya itu.
* * *
“Aku Kaget banget,tiba-tiba Kamu Ada di sekolah Aku” kataku penuh semangat Pada Dave saat istirahat
Dave yang lagi baca komik hanya Diam
“em....kok bisa masuk sini??” tanyaku Lagi
Dave masih diam
“em...Mau ke kantin nggak??” tawarku tanpa berputus asa
Dave masih diam. Kini kesabaranku telah habis,siapa yang tahan di cuekin, kayak bicara sama tembok saja!!! Akhirnya Aku memutuskan untuk keluar dari kelas
“tunggu” Cegah Dave tiba-tiba, Akhirnya Bicara juga!!!!
“kirain gak bisa ngomong” cibirku
 “pulang sekolah mau temenin Aku ke danau???” Tanya Dave
“em...gimana yah..” aku menimbang-nimbang seperti orang Sibuk
“Kamu Sibuk ya??ya sudah nggak pa-pa aku bisa ajak orang lain kok” kata Dave lalu  kembali membaca komik
“siapa bilang nggak bisa....Aku bisa kok” kataku pasrah
“kirain Sibuk” cibir Dave tersenyum dingin
Aku hanya bisa diam,,bagaimana tidak diam kalau aku ajak bicara pasti Aku di cuekin Lagi.
* * *
“kangen dengan danau ini yah???” tanyaku membuka pembicaraan saat Kami berada Di Danau
“mungkin” jawab Dave singkat
Aku tersenyum kecil , “tumben nggak diam lagi??”
Dave hanya tersenyum kecil,
by the way gimana Kabar Kamu??” tanyaku
“baik” jawab Dave singkat
“jujur???”
“emang kenapa??Kamu lihat Aku gimana??Baikkan”
“em...terserah deh” Aku menunduk,air mataku rasanya sudah berdesak-desakan ingin keluar
“oh iya,besok Kita ke Pantai yah??!!” ajak Dave
“mau ngapain??”
“dugem”
“dugem??emang disana ada tempat dugem??”
“Kamu memang benar-benar Bloon yah,ya enggaklah Aku mau melihat Pelangi”
“pelangi??emang besok hujan??”
“iya”
“lagak kamu kayak Peramal saja” Aku tertawa kecil
“besok kamu bawa kamera ya” lanjut Dave
“kamera???emang kamu mau foto-foto??kayak anak kecil”
“bukan,,tapi buat kenangan” Kata Dave Lirih
Aku terdiam. Aku tau maksud dari kata-kata itu,kata-kata yang singkat tapi sangat bermakna dalam.
“jangan bilang kalau itu buat kenangan yang akan tersimpan selamanya hanya...” aku tak sanggup untuk melanjutkannya
“hanya apa???” tanya Dave penasaran
“enggak kok,lupakan saja” aku tersenyum simpul
“oh iya,ceritain tentang Kampung kamu dong” pintaku penuh semangat
“em....gimana yah”
“ayolah” desakku
Akhirnya karena kudesak terus-menerus,Dave menceritakan Tentang Kampung Halamannya juga. Aku hanya bisa menatapnya sambil berusaha menahan Air mataku yang terus ingin bergulir.
* * *
Sesuai perkataan Dave kemarin, Hari ini Hujan Turun dengan sangat derasnya, membuat Pantai yang tadi Ramai kini sepi senyap. Suara rintikan hujan terus bergemuruh hingga jam 5 sore. Aku dan Dave yang datang sejak jam 3 sore harus menunggu hingga hujan reda di sebuah Toko kecil di sekitar Pantai.
“lama juga yah hujannya reda” kataku terus memandang hamparan Pantai yang begitu indah setelah di jatuhi air dari langit
“sudah ku perkirakan” tambah Dave
“kamu bawa Kameranya kan??” tanya Dave
“tentu” aku mengeluarkan kamera dari tas bawaanku
“kamu foto pantai itu yah” pinta Dave
Awalnya aku bingung,buat apa memotret Pantai?? Tapi ,sudahlah,langsung saja ku potret Pantai yang ada di hadapanku,tak lupa kami juga berfoto-foto ria. Dan akhirnya aku memotret Hamparan langit yang perlahan dihiasi pelangi.
“Dave Pelanginya datang!!” seruku
Dave yang duduk di pasir langsung menarik lenganku dan mengajakku duduk disampingnya,jelas Aku kaget
“kamu bawa toples yang diberikan kak Dimaskan??” tanya dave
“i..iya sih..tapi kok kamu tau kalo kak Dimas beri aku toples juga??”
tanyaku bingung
“gak usah dibahas,keluarkan saja” pinta Dave
Akhirnya Aku menurut saja
Dave meletakkan toples itu di telapak tangan kirinya, “kita lihat pelangi cinta yuk” ajak Dave tersenyum manis,senyum yang dulu dia berikan pada akhir liburan
Aku mengangguk,lalu turut melihat pelangi dari balik toples itu. Entah mengapa seperti ada kupu-kupu yang terbang bebas di dalam toples itu,membuatku sangat takjub dengan keajaiban yang terjadi itu.
“Kalau Aku tidak ada,sering-seringlah ke sini” kata Dave lirih
“Dave jangan katakan itu!!Aku sudah tau semuanya” Aku melepaskan pandanganku dari pelangi itu sambil menahan Air Mataku.
Dave menatapku dalam, “ dari mana kamu tau??”
“Kak Dimas,Kak Dimas telah menceritakan semuanya,semua tentang penyakit kamu,semua tentang derita Kamu,mengapa Semua teman sekolahmu dulu menjauhimu itu karena penyakit itu kan!!!” kataku sambil bercucuran air mata
“mengapa Kamu tidak menceritakannya?!!!!kamu tau,aku sudah merasa bersalah  kepadamu” tambahku
“maaf...” kata Dave lirih
Aku tidak berkata-kata lagi,hanya air mata yang bisa berkata-kata pada Dave,yang bisa mengatakan jika Aku meminta maaf padanya,yang bisa mengatakan jika Aku takut kehilangan Dirinya
“Aku memang bodoh,kukira dengan kamu tahu,kamu tidak mau jadi temanku,ku kira kamu akan menjauhiku,ku kira....uhuk uhuk” Dave terbatuk-batuk
Aku tetap menangis dan tak berani menatap wajahnya
“ku..kira...uhuk uhuk” batuk dave semakin besar
“ku...ki..ra...ka..mu” Dave berhenti berbicara. Aku berbalik memandang Dave,tapi kudapati Tubuh Dave terjatuh dengan darah segar keluar dari mulutnya yang dia bekap.
“Dave!!!kamu kenapa????Dave bangun!!” teriakku sekeras-kerasnya Agar semua orang Tau penderitaan  Dave
“maaf ya,ryn,Aku tidak bisa menjadi Sahabat yang baik untukmu” kata Dave sambil menahan darah yang terus keluar dari mulutnya
“Dave jangan banyak bicara,sekarang kita harus ke rumah sakit” kataku menahan tangisanku lalu bergegas
Dave menahan tanganku yang hendak memasukkan kamera kedalam tasku
“jangan,Aku tidak ingin meninggal di Rumah Sakit,Aku ingin meninggal disini, tempat Aku mulai mengenal Arti hidup dan Aku ingin mengakhirinya disini” Dave tersenyum manis walaupun dia telah berlumur darah
Dave lalu mengambil toples itu,dan kembali memandang pelangi dari balik toples, “ pelangi cinta,walaupun hanya sesaat tapi bisa membuat semua orang di dunia bahagia dengan warna-warninya,dan Aku,Walaupun hidupku di dunia ini singkat,semoga Bisa membuatmu bahagia” Dave mengalihkannya pandangannya padaku,lalu dia tersenyum
“ryn,masih bisa motret Aku nggak??” pinta Dave
“Dave bodoh,mana bisa Aku memotretmu dengan keadaan seperti ini!!!” Bentakku terisak-isak
“Iya yah.sekarang aku jelek” Dave tertawa kecil
Aku tidak dapat berkata-kata lagi,langsung kubawa Dave dalam pelukanku,membiarkan Dia Menangis di bahuku sepuas-puasnya.
“maafkan Aku ryn,Aku sudah jahat sama Kamu” Kata Dave terisak-isak dalam pelukanku
“andai saja Ku tahu ada orang sebaik kamu didunia ini,aku pasti meminta kepada tuhan untuk tidak Pergi dulu,tapi semua itu sudah terlambat” tambahnya
“jangan berkata-kata lagi”
“Cheryn,Aku mau tidur dulu yah” Suara Dave kini melemah
“jangan tidur dulu,Dave!!”
“tidak bisa,aku sudah sangat ngantuk”
Butir bening terus mengalir dari pelupuk mataku ,,rasanya Aku ingin menggantikan Posisi Dave yang terus menahan Rasa Sakit yang luar Biasa itu.
 “tidurlah dengan tenang” Kataku lirih
Dave tersenyum kecil , “terima kasih” itu kata-kata terakhir Dave
Bersamaan dengan itu pelangi perlahan Pudar seakan Dia mengantarkan Dave menuju ke langit.
* * *

Dear Diary....
Mungkin tuhan itu memang Adil,karena sejak kepergian Dave,Mama dan Papanya kembali bersatu. Tuhan semoga saja engkau memaafkan semua kesalahan Dave,walau itu kesalahan yang sangat kecil sekalipun,karena Dia begitu berarti Bagiku.
Dave Andai kamu tahu isi hatiku yang tak rela kamu diambil Oleh Tuhan,Kamu pasti akan menangis,karena Rasa sayangku padamu sama dengan Rasa Sayang Tuhan kepadamu. Tapi tuhan tidak mengizinkan aku untuk bersamamu saat ini, tapi Aku Tahu tuhan mempunyai rencana lain yang akan mempertemukan kita di suatu tempat yang paling didambakan oleh semua umat di Dunia.....Surga.
Aku menutup Diary-ku itu,lalu Aku memandang langit yang seakan menyentuh pantai. Hembusan angin Sore menggelitik kulitku membuatku ingat kepada Dave. Entah mengapa Wajah Dave tergambar jelas diatas langit, dia tersenyum padaku,senyum Manis yang membuatku Menitikkan Air Mata Lagi.
“cheryn!!” Sapa Kak Dimas
Aku buru-buru menghapus Air Mataku , “Kak Dimas?Lagi ngapain??”
“cari kamu,” kak dimas ikut duduk disampingku
“Kak Dimas Mau lihat foto-foto Aku dan Dave??” tanyaku
Kak Dimas mengangguk, Aku Lalu mengambil Album Foto dari dalam tasku, dan Segera memperlihatkan gambar Dave sebelum Dia pergi. Semuanya tersimpan di Album itu,semua ekspresi terakhir Dave,senyum dinginnya,sikap cueknya,dan senyum Manis miliknya semua tersimpan di dalam Album itu. Kak Dimas tertawa kecil melihat tingkah kami yang diabadikan oleh kamera itu.
Dave...apa kamu juga tertawa diatas sana???kalau tidak akan kubagikan tawaku untukmu, karena ku tahu kamu pasti kesepian disana...atau kamu bersama pemilik Pelangi Cinta Itu??Kalau iya pasti Kamu Bahagia.

* * *

Pelangi_Cinta the end
By : Nurul Imah

Nb : This is My first Story,,, 

0 comments:

Posting Komentar

Jangan Lupa Komentar yah...and Thank you ^__^

 

Story Of Me Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei